Bob Fallah Mahasiswa di Tangerang Desak Pemdes Pakualam Agar Segera Ditindaklanjut Keluhan Warga
TANGERANG — Warga di RT 01/RW 03, Desa Paku Alam, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluhkan kondisi saluran air yang diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Air disebut keluar hingga ke badan jalan sehingga membuat permukaan jalan menjadi becek dan menimbulkan bau tak sedap.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga, pedagang, maupun pengguna jalan yang melintas. Terlebih, lokasi yang terdampak berada di sekitar aktivitas masyarakat dan berdekatan dengan salah satu warung makan.
Salah seorang warga sekaligus pedagang mengatakan, air diduga tidak mengalir dengan lancar sehingga keluar dari saluran menuju jalan.
“Air keluar, jalan jadi becek dan menimbulkan bau tak sedap,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya sudah disampaikan kepada Pemerintah Desa Paku Alam. Warga mendapat informasi bahwa akan dilakukan perbaikan, namun hingga saat ini kondisi tersebut disebut belum tertangani.
“Kami juga telah menyampaikan ke pihak desa. Katanya akan diperbaiki, tapi hingga sekarang belum diperbaiki juga. Padahal sungguh membuat tidak nyaman, apalagi di depan warung makan atau warteg,” ungkapnya.
Keluhan juga disampaikan pengguna jalan. Mereka menilai kondisi tersebut cukup mengganggu kenyamanan, terutama ketika harus melintasi bagian jalan yang becek.
“Waduh, jalan becek bikin tidak nyaman. Kalau tidak diperbaiki, musim hujan nanti bisa banjir,” kata salah seorang pengguna jalan.
Bob Fallah, seorang mahasiswa yang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Tangerang, meminta pemerintah segera merespons persoalan tersebut.
Menurutnya, keluhan masyarakat perlu ditindaklanjuti dengan langkah nyata agar kondisi lingkungan tidak semakin mengganggu warga.
“Seharusnya segera diperbaiki agar warga tidak resah dengan air yang keluar ke jalan hingga menyebabkan becek dan diduga menimbulkan bau tak sedap,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ahmad Setiawan, Sekjen DPP LSM Geppruk. Ia meminta Pemerintah Desa Paku Alam lebih responsif terhadap persoalan yang disampaikan masyarakat.
“Seharusnya pihak desa itu peduli dengan adanya keluhan warga, bukannya bungkam atau hanya janji saja,” ujarnya.
Ahmad menegaskan, apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan perhatian, pihaknya bersama mahasiswa dan elemen masyarakat berencana menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Ingat, suara rakyat yang membuat kalian ini menjadi seperti ini, bukan dibiarkan begitu saja. Apabila pihak desa tidak sanggup untuk memperbaikinya, maka saya bersama mahasiswa serta elemen masyarakat akan turun ke jalan,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan klarifikasi, kami kemudian mencoba menghubungi Pemerintah Desa Paku Alam melalui pesan WhatsApp terkait keluhan warga tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak desa.
Warga berharap pemerintah desa bersama instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi secara langsung dan mengambil langkah penanganan. Mereka juga meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut, terutama menjelang meningkatnya curah hujan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait yang disebut dalam pemberitaan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Redaksi)
Related Articles