Waduh ... !, Data Pelajar SD Diduga Dicatut Oknum SMP Swasta Di Sepatan Timur

Pendidikan 27 Apr 2026 00:08 2 min read 135 views By Admin Redaksi

Share berita ini

Waduh ... !, Data Pelajar SD Diduga Dicatut Oknum SMP Swasta Di Sepatan Timur
TANGERANG, – Peristiwa memilukan dialami salah satu orang tua murid Sekolah Dasar asal Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang....

TANGERANG, – Peristiwa memilukan dialami salah satu orang tua murid Sekolah Dasar asal Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

 Abdul Aziz (43) terkejut setelah mengetahui data pribadi anaknya tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta di wilayah Sepatan, padahal anaknya belum pernah bersekolah di jenjang tersebut. Kejadian itu terungkap saat Abdul Aziz hendak mendaftarkan anak laki-lakinya ke sebuah yayasan pendidikan yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya.

 

Saat proses pendaftaran dan pengecekan data dilakukan, pihak yayasan menemukan fakta mengejutkan bahwa anaknya telah terdaftar sebagai peserta didik aktif di satuan pendidikan SMP swasta, dengan data yang tercatat masih aktif hingga tahun 2026. “Awalnya saya mau mendaftarkan anak sekolah sambil mondok pesantren. Tapi setelah dicek, ternyata anak saya sudah tercatat di Dapodik sebagai siswa SMP swasta. Padahal sejak lulus SD tahun 2022, anak saya belum melanjutkan sekolah,” ujar Abdul Aziz kepada wartawan, Minggu (26/4/2026).

 

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Abdul Aziz kemudian mendatangi salah satu SMP negeri di Kecamatan Sepatan. Dari sekolah tersebut, ia kembali mendapatkan keterangan serupa bahwa data anaknya memang tercatat aktif di sistem Dapodik pada satuan pendidikan SMP.

 

Merasa janggal, Abdul Aziz mencoba menelusuri keberadaan SMP swasta yang dimaksud. Namun, ia mendapati fakta bahwa sekolah tersebut sudah lama tutup dan tidak lagi beroperasi di alamat yang tercantum dalam data. “Saya cari sekolahnya, ternyata sudah lama tutup dan tidak beroperasi. Ini jelas aneh. Untuk apa data Dapodik anak saya digunakan selama ini?” ungkapnya dengan nada heran. Akibat kejadian tersebut, Abdul Aziz mengaku sangat dirugikan, baik secara materiil maupun immateriil. 

 

Ia menyebut anaknya menjadi terhambat untuk melanjutkan pendidikan seperti anak-anak lain pada umumnya. “Saya merasa sangat dirugikan. Anak saya jadi tidak bisa melanjutkan sekolah. Saya meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang segera bertanggung jawab dan mengusut tuntas dugaan kebocoran data ini,” pungkasnya.

 

 

 

( Red/MPD )

FAKTA LIDIK

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp